 |
| Jordan Henderson |
Pemain baru Liverpool Jordan Henderson mengakui, final Liga Champions 2005 yang digelar di Istanbul tidak dapat dilupakan dan menjadi kenang-kenangan masa kecilnya.
Henderson baru berusia 14 tahun saat Liverpool berhasil membalik keadaan di babak kedua dan mengalahkan AC Milan hingga menjadi juara Liga Champions di tahun 2005.
"Saya berada di rumah dengan beberapa teman saya untuk menyaksikan pertandingan final tersebut. Itu adalah salah satu pertandingan terbaik yang pernah saya lihat," ungkap Henderson kepada Liverpoolfc.tv.
"Itu adalah pertandingan yang luar biasa untuk dilihat. Banyak hal-hal yang dapat meningkatkan dan menurunkan semangat bagi seorang fans, tetapi sebagai penikmat sepakbola itu adalah pertandingan yang fantastis dan saya sangat gembira ketika akhirnya Liverpool memenangkan trofi tersebut."
"Saya tidak dapat mempercayai apa yang saya lihat. Pertandingan tersebut menunjukkan apa yang dapat anda raih dengan semangat dan kebersamaan tim," tutupnya.
 |
| Milan Jovanovic |
Liverpool mulai merampingkan skuad. Setelah melepas Alberto Aquilani ke Fiorentina, The Reds kini melepas Milan Jovanovic ke Anderlecht
Jovanovic tiba di Anfield awal musim lalu dari Standar Liege dengan status bebas transfer. Ia kini menjadi surplus di dalam skuad pelatih Kenny Dalglish, dan harus dilepas.
Dejan Veljkovic, perwakilan Jovanovic, mengatakan kliennya akan tiba di Anderlecht secepatnya, meski ada sedikit masalah. Herman van Holsbeeck, general manager Anderlecht, masih mempersoalkan gap antara apa yang ditawarkan, dan yang diperoleh Jovanovic di Liverpool.
"Milan pasti bermain untuk Anderlecht," ujar Veljkovic kepada surat kabar Het Nieuwsblad
"Kami memang masih berunding, dan segalanya terlihat positif dari aspek olahraga, finansial, dan kontribusi," lanjutnya.
 |
| Jay Spearing |
Dengan hadirnya Jordan Henderson dan Charlie Adam, jumlah pemain untuk lini tengah Liverpool terbilang melimpah. Bagi sejumlah pemain, situasi tersebut akan sedikit sulit diterima.
Hal tersebut tak lepas dari strategi yang diterapkan Kenny Dalglish, di mana dia biasanya hanya memakai empat pemain tengah di skuad Liverpool. Dengan demikian, akan terjadi persaingan sengit untuk mengisi lini tengah karena jumlah gelandang yang melimpah.
Tapi situasi tersebut tak membuat Jay Spearing galau. Dirinya yakin memiliki kemampuan yang dibutuhkan Dalglish untuk bisa mengisi sektor tengah.
"Saya sendiri senang dengan pemain yang sudah bergabung. Menambah Adam dan Henderson ke skuad merupakan tambahan yang bagus bagi kami, keduanya pemain bagus," ungkap Spearing kepada Liverpool Echo.
"Dari sudut pandang saya pribadi, saya tak menilai mereka menambah tekanan lebih bagi saya, tapi membuat saya semakin termotivasi. Saya tahu saya harus bisa lebih baik lagi dan membuktikan saya bisa bermain bersama mereka, atau bahkan lebih baik dari mereka."
"Persaingan ini tak mengganggu saya sama sekali," tegasnya.